Jadi ceritanya ponsel saya kan ngedrop batrenya, alias sudah minta pensiun ya. Apa daya, rapelan belum turun, uang saku tak tentu kapan dapatnya, gaji meskipun ada tapi ya bukan buat beli hape. Jadi, sudah beberapa lama ini saya bertahan dengan hape saya yang boro-boro nelepon, sms-an lebih dari tiga kali aja mati. Jangan begitu, wong lagi
nyolok ke listrik aja bisa mati pas nerima telepon.
Nah, dalam kondisi begitu beberapa minggu yang lalu, ketika saya masih mendapatkan pelajaran dari IKJ, ada yang menelpon saya dari nomor 021-275 35 600. Gak mungkin saya angkat kan? Karena saya lagi di kelas adalah alasan pertama. Tapi biarpun di luar pun ya saya rada ragu untuk ngangkatnya, soalnya pasti langsung mati. Akhirnya cuma saya reject aja telepon itu. Dia nelepon lagi, saya reject lagi. Begitu terus.
Dulu sih saya pasti khawatir kalau mereject nomor fixed line, takut-takut itu adalah panggilan kerja. Sekarang kan saya sudah jadi (calon) diplomat (iya tauuu!), jadi ya sabodo amat deh ya kalaupun itu adalah pekerjaan. Saya putuskan saya akan menelepon nomor itu nanti, waktu istirahat dengan kondisi ponsel saya terhubung ke soket listrik.
Jam istirahat pun tiba, dan saya melakukan rencana saya. Ternyata, nomor itu sibuk dan tidak dapat dihubungi. Terus saya coba hasilnya selalu sama. Sudahlah, saya tidak peduli. Kalau penting pasti nanti nelepon lagi.
Dan ternyata memang nelepon lagi. Besoknya. Lagi-lagi dalam kelas. Ya sudah, nasibnya sama seperti kemarin. Tapi kali ini saya penasaran, jadi saya putuskan untuk riset sedikit. Ke mana? Ya Paman Google lah...
Ternyata, salah satu hasilnya adalah ini:
Hati-hati Telepon dari 27535600 yang Mengaku dari Bank BNI
Ahmad Juned - suaraPembaca
/photobucket Jakarta - Hati-hati terhadap penipuan yang marak dilakukan oleh nomor telepon 27535600. Penelepon dari nomor telepon ini akan berpura-pura menjadi Customer Service suatu bank nasional. Biasanya mengaku dari Bank BNI 1946.
Penelepon memberitahukan seolah-olah sedang dalam proses memperbaharui data nasabah di database mereka. Anda akan diminta untuk melakukan proses konfirmasi yang intinya adalah anda diminta memberikan data-data terbaru pribadi anda.
Jika anda terkecoh dan kemudian memberikan data-data tersebut mereka kemudian akan menggunakan data-data tersebut untuk menjebol kartu kredit atau tabungan anda.
Pelaku dari nomor telepon ini sepertinya adalah orang yang pernah atau masih bekerja di bank karena mereka mengerti cara kerja bank dan tahu benar data apa saja yang diperlukan untuk mencuri uang anda.
Wassalam,
Ahmad Juned
Jakarta
flkjsle@hotmail.com
dari
suara pembaca Detik.com
Sumber-sumber lain sih ga secara gamblang bilang dia mau nipu. Ada yang bilang dia nawarin asuransi, ada yang ini dan ada yang itu. Tapi anehnya, semuanya berhubungan dengan Bank BNI 46.
Nah, masalahnya adalah saya baru saja dari bank itu sehari sebelum telepon pertama dimulai. Saya ke sana mau membetulkan data diri saya. Maklum, karena akun bank ini dibikinin sama kantor, jadi ada kesalahan. Masa, saya disebut Sdri dan bukannya Sdr. Makanya saya jadi rada serem juga sama ini bank.
Pas saya pulang ke Bogor, saya cerita tentang pengalaman ini ke nyokap. Belum selesai saya cerita, nyokap memotong, "Ke rumah juga ada yang nelepon tuh. Dia nanya 'bisa bicara dengan Ibu ..............(isi titik-titik dengan nama asli saya. Siapa coba?). Mama bilang, 'Iya, ini Ibunya .............. Dia ketawa, 'Bukan Ibunya ................... tapi Ibu .............. Katanya sih dari Bank XXX (salah satu bank tempat saya punya rekening). Katanya nelepon ga nyambung-nyambung, jadi mama kasih nomor yang telkomsel."
DEG. Saya langsung tahu kalau ini adalah orang yang sama. Kenapa? Karena di Bank XXX itu, data jenis kelamin saya benar! Jadi gak mungkin dia memanggil saya dengan IBU. Saya pikir lagi bagaimana mungkin orang itu bisa tahu saya punya rekening di Bank XXX. Keingetanlah saya. Ketika mengisi formulir pendaftaran rekening BNI, ada juga pertanyaan "Punya rekening di bank mana lagi?"
Kalau sampai dia bisa tahu saya punya rekening di Bank XXX, artinya formulir BNI yang saya isi itu bocor! Entah sengaja atau tidak, pokoknya saya sangat kecewa dengan penjagaan kerahasiaan pelanggan yang ditunjukkan oleh BNI.
Inti dari entry ini sih, mending kalau dapet telepon dari nomor di atas ga usah dijawab deh. Dan juga, ga selamanya juga punya ponsel butut merugikan. Buktinya, jadi selamat dari upaya penipuan atau apalah tujuan orang iseng itu.
Labels: general, kasus
waduh, BNI serem juga ya.. posting ini bikin kita makin hati2.
Bukan cuma dari BNI koq..pokoknya hati hati aja
kalau perlu..kasih aja data data ngaco...hehehehehe
biar tau rasa...
saya pernah ngajarin anak anak, kalau ada yg ngaku ngaku dari bank atau asuransi atau apalah, kalm aja jawab...tapi ngaco...wkwkwkwkwkwk
Post a Comment
Create a Link
<< Home