Selama seminggu mulai tanggal 22 Februari 2009 sampai siang tadi (entry ini dibuat tanggal 28 Februari 2009), saya dan rekan-rekan Deplu masuk ke sebuah instalasi TNI di Bogor. Lebih bijak tidak disebutkan instalasi apa itu, biarpun sebelumnya sudah pernah saya sebut sebelumnya di entry yang lalu. Mungkin pada saat ini entry itu sudah kena sensor oleh saya sendiri. Bagi yang sudah pernah baca, jangan disebut-sebut lagi ya, demi keamanan kita semua, hehehe...
Tadinya kami semua merasa sangat tegang. Itu terasa semenjak kami berangkat dari Pusdiklat pada hari Minggu tanggal 22 Februari. Misalnya, ketika ada salah seorang teman kami yang terlambat sampai sekitar 30 menit dari waktu yang telah ditetapkan, dan oleh karenanya kami terlambat 30 menit dari jadwal di tempat tujuan, kami sudah membayangkan kami akan turun dari bis (di instalasi tersebut) diiringi dengan teriakan-teriakan dan akan dikenai hukuman fisik seperti push-up. Tapi ternyata tidak tuh.
Paling rada tegang ketika kami apel malam di hari itu, pada pukul 9 malam. Komandan kelas, seseorang berpangkat kapten (nama sengaja tidak diungkap demi keamanan subjek), menyampaikan beberapa hal tentang diklat yang akan kami ikuti. Well, fakta bahwa dia berwajah garang, bertubuh kekar (meski lebih tinggi saya), berkulit gelap dan yang paling penting berpakaian militer cukup membuat saya ketar-ketir juga. Kayaknya alam bawah sadar masih ingat pengalaman demo-demo dulu. Satu orang teman, seorang perempuan, bahkan sempat pingsan. Mungkin karena tidak fit. Mungkin karena tegang. Entahlah.
Hari pertama kelas, tanggal 23 Februari, saya lalui sambil mengira-ngira dan meraba-raba kemungkinan-kemungkinan terburuk. Ternyata tidak terlalu buruk. Dalam artian, pengajarnya tidak marah-marah (paling suaranya rada tegas), bahkan banyak juga lelucon-lelucon yang dilontar para gumil (guru militer) tersebut. Selama diklat, kami diajar oleh gumil dari yang berpangkat kapten sampai brigjen.
Setelah hari pertama berlalu tanpa insiden. Begitu juga dengan hari kedua. Hari ketiga dan selanjutnya sudah bisa lebih tenang menjalani hari-hari di dalam sebuah komplek militer yang dikelilingi pagar kawat berduri. Paling rada-rada was-was kaalu bertemu dengan peserta diklat lain yang dari TNI, karena menurut cerita dari gelombang I (saya gelombang II), mereka suka mencari-cari info tentang teman kami yang perempuan. Dan di gelombang saya, harus saya akui, ada banyak juga teman-teman perempuan saya yang cantik. Tapi lagi-lagi, kekhawatiran itu tidak terbukti.
Jadi selama seminggu jadwal dilalui dengan normal saja. Bangun jam 4.30 menunggu sholat shubuh. Jam 05.00 pagi sudah harus berbaris di depan asrama dan menuju lapangan untuk senam pagi. Setelah senam, berlari mengelilingi kompleks satu kali saja. Semua berakhir jam 05.30 pagi. Kami punya waktu satu jam untuk mandi dan makan.
Jam 06.30 kami sudah harus rapi untuk apel pagi, lalu berbaris menuju kelas. Biasanya sih sampai di kelas sekitar pukul 06.45 dan pada pukul 07.00 kami mulai menerima pelajaran dari para gumil. Kelas berlangsung sampai pukul 18.00 setiap hari, dengan coffee break di jam 10 dan 15.30 serta istirahat makan siang jam 12.00. Malam harinya, jam 21.00, kami harus apel malam dengan pakaian kelas (bukan pakaian siap tidur). Hari Jumát jadwalnya berbeda sedikit lah, karena ada sholat Jumát. Tapi pada umumnya sih kami menjalani hari seminggu dengan jadwal demikian.
Makanannya? Lumayanlah. Saya tidak mau mengeluh soal makanan. Sudah untung dikasih makan, hehehe... Paling kalau menunya ikan enggak saya ambil, cuma ambil tempenya, telurnya sayurnya aja. Dan pembagian makanannya juga ga seperti di bayangan saya sebelumnya. Saya pikir kami akan diberi piring seperti di penjara lalu akan ada petugas yang memberikan jatah makan kami seperti di penjara di film-film. Ternyata, di ruang makan itu sudah disiapkan 10 meja makan untuk kami, dan masing-masing meja bisa menampung enam orang. Di atas meja makan itulah tersaji makanan kami di balik tudung saji. Jadi, kami bebas memilih meja yang mana saja karena menunya sama saja.
Di dalam kelas? Ternyata bisa juga ngantuk dan tertidur, hehehe... Tadinya ngeri dimarahin dan disuruh push-up kalau ketiduran di kelas. Tapi bisa-bisa saja ternyata. Paling ketika seorang kolonel mengajar kelas jadi rada ngeri. Soalnya, dia masuk kelas dengan baju loreng (yang lain selalu dengan baju kesatuannya. Hijau untuk AD, biru untuk AU dan AL) dan dengan PISTOL tersampir di pinggangnya. Hahaha....! Takut didor, semua berupaya untuk tidak tertidur.
Kamarnya juga hanya berdua sekamar. Tadinya saya bayangkan akan dikasih barak prajurit dengan tempat tidur tingkat. Juga tidak ada jam "mati lampu" di asrama. Tadinya saya pikir lampu harus mati jam 9 atau 10 malam. Kamar mandinya juga ada di kamar, dengan kondisi yang lumayan. Bangun juga tidak digedor oleh mereka, yang penting ada di bawah jam 05.00 untuk senam pagi.
Bahkan, ada kantinnya. Bahkan lagi, kantinnya ada meja biliar dan karaoke. Bahkan, kami boleh main dan nyanyi sepuasnya di sana sehabis kelas. Sampai sebelum jam 9 malam, tentu, karena kami harus apel malam.
Setiap lantai asrama juga ada ruang tv-nya. Dan boleh dipakai sepuasnya. Artinya, ketika ada pertandingan bola dini hari, kami bebas saja menontonnya. Saya sendiri menonton di dua hari, yaitu Liga Champions partai Madrid vs Liverpool lalu besoknya Piala UEFA Milan kontra Bremen. Cuma memang rada berat di pagi harinya di dalam kelas, hehehe... Ngantuk banget!
Apa lagi ya? Pokoknya intinya sih ternyata sekolah di situ tidak terlalu menakutkan lah. Cuma memang ada tanggung jawab yang harus ditanggung dan sumpah yang harus ditaati. Paling itu doank beratnya. Jadi kalau nanti kamu masuk Deplu dan mengalami pelatihan yang sama, tidak usah terlalu khawatir. Saya yakin semua akan baik-baik saja.
Labels: work







yay! glad to hear that u are safe ;)
Hi i am chandra's husband.When we vote over here we get sent a voting card and only we can use it we do not get a purple finger.
hi.. i am arum, i've passed those diklats. n PLEASE for this one, you dont just tell people over your blog. it means you couldnt manaage those "ngantukin" days over there with the lectures pof pengamanan personnel. Think bigger please
Hi Arum, thanks for dropping by. Well, we did fail to overcome our sleepiness in the classes... SO I'm not sure ow to reply to your comment. Sorry..
Yep agree with Nurhasanah. Neng,bagian ini diapus aja..u know the substance rite. so please dont publish it.
I don't think that I've published anything confidential..:-) Sorry, this entry stays.
Post a Comment
Create a Link
<< Home