Sudah lumayan lama semenjak entry terakhir saya ya? Well, telah banyak juga yang telah saya lalui selama masa hiatus itu. Yang jelas adalah dimulainya masa prajabatan saya di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia semenjak tanggal 3 Februari 2009.
Hari Senin tanggal 2 Februari, kami semua para calon diplomat Indonesia diharuskan sudah check-in di asrama minimal jam 10 malam. Saya sendiri sampai rada sore, dan beruntung mendapatkan nama saya ada di lantai bawah sehingga tidak perlu repot-repot berputar-putar mencari kamar. Tiap-tiap orang memang telah ditentukan masuk flat mana dan kamar mana. Saya masuk flat Rafflesia dan sekamar dengan tiga orang lainnya.[1] Dua kamar sisanya dibagi untuk empat orang lainnya.
Saya adalah yang pertama datang di flat saya. Di daftar nama, saya lihat ada nama Roy, teman saya dari KWE, sebagai teman satu flat saya, meskipun berbeda kamar. Flatnya sendiri lumayan lengkap. Artinya, itu flat ada televisinya dan dilengkapi dengan Indovision, AC di setiap kamar, ada dapur dan ruang cuci, kulkas, dispenser, meja makan, seterikaan dan mejanya, ruang tamu, dsb. Singkat kata, flat itu seperti rumah yang dikontrakkan kepada kami berdelapan. Ya, penghuni flat kami ada delapan orang. Sebagian sudah saya kenal, tapi lainnya belum.
Ketika pada akhirnya satu per satu penghuni flat datang, kami bisa cepat menyesuaikan diri satu dengan lain karena didorong rasa senasib sepenanggungan sebagai sesama CPNS dan juga sesama penghuni flat tersebut.
Besoknya di pagi hari diadakan sebuah ceramah umum terlebih dahulu untuk memberikan penjelasan segala sesuatu tentang prajab ini. Sorenya, sekitar pukul 3 sore, kami semua diangkut ke Ciawi untuk mengikuti kegiatan outbound di Pusat Manajemen Kepemimpinan Departemen Pertanian. Letaknya lumayan dekat dengan kolam renang bokap, Marinas. Sayangnya, saya benar-benar tidak mungkin untuk maen-maen ke sana karena jadwal di Ciawi sangat sibuk.
Acara dimulai malam hari sekitar habis maghrib, antara lain pembagian “suku” dan pemberian “lagu nasional”. Selain itu juga suku-suku itu diharuskan membuat lagu suku dan yel suku.
Tapi itu baru acara pembukaannya. Hari Rabunyalah acara sesungguhnya dimulai. Kelompok-kelompok kami diberikan berbagai macam tantangan dari mulai jumping log, spider web, drum circus, juggling, treasure hunt, reservoir, tembok Berlin dan berbagai jenis permainan lain yang menuntut kerja sama tim, strategi, kekompakan dan juga kesabaran di bagian lain. Benar-benar permainan yang sangat menguras kekuatan fisik dan pikiran.
Kegiatan hari itu dimulai sekitar jam 6 atau 6.30 pagi, serta berakhir pukul 16.00 atau 16.30. Ketika acara dimulai kami semua memakai seragam pembagian, dengan memakai scarf berwarna suku kami masing-masing sebagai pembeda. Di akhir acara, seolah kami semua menjadi suku cokelat, karena lumpur yang menempel sangat tebal di sepatu, training, baju, topi bahkan wajah, lengan dan sekujur tubuh. Belum lagi kami semua basah karena selain di beberapa permainan memang menuntut kami harus nyemplung, cuaca juga sedang tidak bersahabat dengan hujan rintik-rintik meskipun tidak seharian penuh.
Malam harinya outbound ditutup, tapi bukan berarti seluruh acara sudah berakhir. Besok paginya kami masih dilatih baris-bebaris dan siang harinya dilatih tata upacara sipil. Setelah mengenang masa-masa SMA dengan segala perintah dalam baris-berbaris, sore harinya saya, dan yang lain, diboyong kembali ke Jakarta dengan fisik yang capek dan hampir remuk redam. Anehnya, hati sangat bergembira dan tidak merasa terpaksa mengikuti segala kegiatan itu, tidak seperti perploncoan.
Hari Jumát, dengan badan yang masih pegal-pegal dan mata yang masih mengantuk, kami semua memulai kegiatan prajab di dalam kelas. Sejumlah 120 calon diplomat Indonesia dibagi dalam tiga kelas. Semua kelas mendapatkan materi yang sama, hanya saja pengajarnya berbeda. Kelas mulai jam 8 pagi, dan terus berlanjut sampai sore tergantung berapa bobot jam pelajarannya. Rata-rata sih jam 4 sudah berakhir, meskipun ada juga yang sampai jam 4 atau 4.30 sore.
Dan kegiatan prajab ditutup dengan ujian di hari Sabtu, 14 Februari 2009. Setelah itu nilai-nilai kami akan diperiksa dan jika lulus akan diberikan sertifikat lulus prajabatan. Tapi sementara menunggu bukan berarti kami senggang, karena ada kegiatan lain sedang menanti.
Sepertinya sih masuk Maret kami semua sudah masuk ke acara utama, yaitu mengikuti Sekolah Dinas Luar Negeri angkatan 34 selama 7 – 8 bulan ke depan! Sudah tidak sabar rasanya!
[1] Sebenarnya empat orang, tapi satu orang terpaksa pindah ke ruangan lain karena tempat tidurnya tidak cukup.
Labels: work







maaf...artikelnya masih bisa dicopy paste tuh
pakai Ctrl+C dan Ctrl+V
mungkin perlu di benahi lagi agar secretnya tetap terjaga
hehehe
www.bangkit-itu.blogspot.com
Iya ya? Gak apa-apa deh, konsepnya kayak kantin kejujuran aja, hehe..
Thanks for the notice..
foto fotonya pajang donk mano :)
Refer to my Facebook aja ya Ciedo :)
Post a Comment
Create a Link
<< Home