Friday, January 23, 2009
1166: Pidato Inagurasi Barack Obama

Di bawah adalah terjemahan pidato pelantikan Barack Obama saat dilantik sebagai Presiden AS ke-44. Naskah dalam bahasa Inggris diambil dari MSNBC. Memang sedikit telat diunggah ke sini, karena saya menerjemahkannya di kantor dan di kantor tidak selalu ada waktu senggang.

Oh, dan karena ini bukan proyek amal seperti ketika saya menerjemahkan pidato kemenangannya untuk teman saya, Tiwi, maka kalau ada yang mau menggunakan terjemahan ini untuk tujuan komersial tolong hubungi saya dahulu. Kalau bukan untuk tujuan komersil, boleh mengambil langsung tapi jangan lupa cantumkan url ke entry ini yaaa...

Rekanku sesama warga negara Amerika,

Hari ini saya berdiri di sini merasa kecil di hadapan tugas yang menanti kita, juga bersyukur atas kepercayaan yang Anda limpahkan, serta teringat akan pengorbanan yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya kepada bangsa kita, juga atas sifat murah hatinya dan kerja sama yang telah dia tunjukkan selama masa transisi ini.

Kini, sebanyak 44 orang Amerika telah mengucapkan sumpah kepresidenan. Kata-kata itu telah diucapkan pada masa-masa gelombang kemakmuran dan masa-masa tenang perdamaian. Meski begitu, sering kali sumpah itu diucapkan ketika awan kelabu dan badai menghantam. Pada saat-saat seperti itulah, Amerika terus bertahan bukan saja karena kemampuan dan visi mereka yang ada di posisi penting, tapi karena Kita Bangsa ini tetap setia kepada prinsip-prinsip pendahulu kita, dan bersikap jujur pada dokumen-dokumen awal bangsa.

Begitulah yang selama ini terjadi. Begitulah yang harus terjadi terhadap generasi Amerika masa kini.

Bahwa kita sekarang berada di tengah-tengah krisis, sudah kita pahami dengan baik. Bangsa kita sedang berperang, dengan jaringan kekerasan dan kebencian yang jangkauannya jauh. Ekonomi kita menjadi sangat lemah, sebagai sebuah konsekuensi atas ketamakan dan tidak bertanggungjawabnya sebagian dari kita, tapi juga atas kegagalan kita bersama untuk mengambil keputusan yang sulit dan menyiapkan bangsa ini untuk menghadapi masa yang baru. Rumah-rumah telah hilang; banyak pekerjaan hancur; bisnis-bisnis tutup. Layanan kesehatan kita terlalu mahal; sekolah kita terlalu sering gagal; dan hari berganti hari membawa bukti lebih lanjut bahwa cara kita menggunakan energi justru memperkuat lawan-lawan kita dan mengancam planet kita.

Hal-hal itu adalah indikator terjadinya krisis, untuk dicatat dalam data dan statistik. Tidak begitu bisa diukur, tapi tidak kurang penting adalah berkurangnya kepercayaan diri di seluruh wilayah kita – sebuah ketakutan yang terus-menerus ada bahwa penurunan Amerika tidak terelakkan, dan bahwa generasi mendatang harus menurunkan cita-citanya.

Hari ini saya katakan kepada Anda bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan-tantangan tersebut serius dan banyak jumlahnya. Tantangan tersebut tidak akan bisa dipecahkan dengan mudah atau dalam waktu yang singkat. Tapi ketahuilah satu hal, Amerika – mereka akan bisa dipecahkan.

Hari ini, kita berkumpul karena kita telah memilih harapan di atas ketakutan, persatuan tujuan atas konflik dan ketidaksepahaman.

Hari ini, kita datang untuk menyatakan berakhirnya kesedihan-kesedihan sepele dan janji-janji palsu, tuduhan-tuduhan dan dogma-dogma usang, yang telah terlalu lama mencekik politik kita.

Kita tetaplah sebuah bangsa yang muda, tapi dalam kata-kata indah, telah tiba masanya untuk menyingkirkan hal-hal kekanak-kanakan. Masanya telah tiba untuk kembali mempertegas semangat tak berkesudahan kita; untuk memilih sejarah yang lebih baik untuk kita; untuk mengusung hadiah berharga itu, ide mulia itu, yang diturunkan dari generasi ke generasi: janji Tuhan bahwa semua adalah sama, semua sama bebasnya, dan semua layak mendapatkan kesempatan untuk mengejar kebahagiaan tertinggi mereka.

Dalam upaya menegaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tidak pernah diberikan. Perjalanan kita tidak pernah berupa mengambil jalan pintas atau menerima sesuatu yang kurang. Perjalanan itu bukanlah sebuah jalan untuk mereka yang berhati lemah – untuk mereka yang lebih memilih kenyamanan dibanding pekerjaan, atau hanya mencari kesenangan dari kekayaan dan ketenaran. Jalan itu adalah milik para pengambil resiko, yang senang bekerja, yang membuat sesuatu – beberapa di antara mereka menjadi terkenal tapi lebih sering para pria dan wanita itu tak terlihat di balik pekerjaan mereka, yang telah membawa kita di atas jalan yang panjang dan berduri menuju kemakmuran dan kebebasan.

Demi kita, mereka mengangkut barang-barang keduniaan mereka yang hanya sedikit, dan berkelana menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.

Demi kita, mereka bekerja keras di tempat-tempat berbahaya dan menetap di Barat, bertahan menghadapi sabetan cemeti dan menggali bumi yang keras.

Demi kita, mereka berjuang dan gugur, di tempat seperti Concord dan Gettysburg; Normandy dan Khe Sahn.

Telah berulang kali para pria dan wanita itu berjuang dan berkorban dan bekerja sampai tangan-tangan mereka menjadi kasar agar kita bisa menjalani hidup yang lebih baik. Mereka melihat Amerika sebagai hal yang lebih besar daripada semua ambisi pribadi kita; lebih hebat daripada semua perbedaan kelahiran atau kekayaan atau faksi.

Inilah perjalanan yang kita lanjutkan hari ini. Kita masih menjadi bangsa yang paling makmur dan kuat di muka bumi. Para pekerja kita tetap seproduktif seperti ketika krisis dimulai. Pikiran kita masih tetap kreatif, barang dan jasa kita tetap dibutuhkan seperti minggu lalu atau bulan lalu atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap terjaga. Tapi masa bagi kita untuk berdiam diri, untuk melindungi kepentingan-kepentingan sempit dan membiarkan keputusan yang tidak menyenangkan – masa itu pastinya sudah berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit, membersihkan debu di pakaian kita, dan mulai lagi pekerjaan untuk membangun kembali Amerika.

Karena ke mana pun kita melihat, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Keadaan ekonomi membutuhkan tindakan baru, yang berani dan cepat, dan kita akan bertindak – bukan saja menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru, tapi untuk menggelar dasar baru untuk pertumbuhan. Kita akan membangun jalan-jalan dan jembatan-jembatan, tiang-tiang listrik, dan jalur digital yang menghidupi perdagangan kita dan mengikat kita. Kita akan mengembalikan ilmu pengetahuan ke tempat sesungguhnya, dan menggunakan keajaiban teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan matahari dan angin dan tanah sebagai bahan bakar mobil kita dan menjalankan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah-sekolah kita dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tantangan dari sebuah masa yang baru. Semua ini bisa kita lakukan. Semua ini akan kita lakukan.

Kini, ada beberapa yang meragukan skala ambisi kita – yang mengira sistem kita tidak bisa menoleransi terlalu banyak rencana-rencana besar. Mereka memiliki ingatan yang pendek. Karena mereka telah lupa apa yang telah dilakukan negara ini; apa yang bisa diraih pria dan wanita yang bebas ketika imajinasi disatukan untuk tujuan bersama, dan keperluan untuk menjadi berani.

Apa yang gagal dipahami oleh orang-orang sinis adalah bahwa tanah telah bergerak di bawah mereka – bahwa argumen-argumen politik usang yang telah mengambil perhatian kita selama ini sudah tidak berlaku lagi. Pertanyaan yang kita ajukan hari ini bukanlah apakah pemerintahan kita terlalu kecil atau besar tapi apakah pemerintah kita bekerja – apakah pemerintah kita menolong keluarga-keluarga untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak, pelayanan publik yang terjangkau, masa pensiun yang bermartabat. Jika jawabannya adalah ‘ya’, maka kita berniat untuk melangkah lebih maju. Jika jawabannya adalah ‘tidak’, program-program itu akan berakhir. Dan kita yang bertugas untuk mengatur penggunaan uang publik akan bertanggung jawab – untuk membelanjakannya dengan bijak, memperbarui kebiasaan buruk, dan mulai bekerja semenjak pagi hari – karena hanya dengan begitulah kita bisa memulihkan kepercayaan yang sangat penting antara masyarakat dengan pemerintah mereka.

Bukan pula pertanyaan di hadapan kita adalah apakah pasar itu kekuatan baik atau buruk. Kemampuannya untuk meningkatkan kekayaan dan memperluas kebebasan tidak tertandingi, tapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan, pasar bisa berputar tak terkendali – dan bahwa sebuah negara tidak bisa makmur selamanya apabila hanya berpihak pada kaum makmurnya. Kesuksesan ekonomi kita selalu bergantung tidak hanya pada ukuran GDP kita, tapi pada sebaran kemakmuran kita; pada kemampuan untuk memperluas kesempatan kepada semua yang berkemauan kuat – bukan untuk amal, tapi karena itu adalah jalan yang paling pasti menuju tujuan kita bersama.

Sementara untuk pertahanan bersama kita, kita menolak pilihan palsu antara keamanan kita dan prinsip kita. Para Pendiri Bangsa kita, berhadapan dengan bahaya yang sulit kita bayangkan, membuat draft sebuah perjanjian untuk melindungi kepastian hukum dan hak-hak manusia, draft yang terbentang oleh darah dari berbagai generasi. Prinsip-prinsip itu masih menerangi dunia, dan kita tidak akan membuangnya semata-mata demi keuntungan. Maka kepada semua bangsa dan pemerintahan yang menyaksikan hari ini, dari ibu kota terbesar sampai desa kecil di mana Ayah saya dilahirkan: ketahuilah bahwa Amrika adalah teman bagi setiap bangsa dan semua pria, wanita, dan anak-anak yang mencari masa depan yang penuh dengan perdamaian dan martabat, dan kami siap untuk memimpin sekali lagi.

Ingatlah bahwa generasi sebelum kita menghadapi Fasisme dan Komunisme tidak hanya dengan rudal dan tank, tapi dengan aliansi yang kuat dan percaya diri yang berkelanjutan. Mereka mengerti, tidak cukup mengandalkan kekuatan kita untuk melindungi kita, kekuatan kita juga tidak membuat kita berhak untuk bertindak sesuka hati kita. Sebaliknya, mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaannya yang bijaksana; keamanan kita adalah hasil dari keadilan tujuan kita, kekuatan dari contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati dan penahanan diri berkualitas tinggi.

Kita adalah penjaga warisan ini. Sekali lagi dituntun oleh prinsip-prinsip ini, kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru tersebut yang membutuhkan usaha yang lebih besar lagi – kerja sama yang lebih besar lagi dan pengertian antarbangsa. Kita akan mulai meninggalkan Irak kepada rakyatnya secara bertanggung jawab, dan menempa perdamaian yang dicapai dengan susah payah di Afganistan. Dengan kawan lama dan mantan musuh, kita akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan memutar ulang ancaman dari sebuah planet yang suhunya meningkat. Kita tidak akan meminta maaf atas cara hidup kita, tidak pula kita akan ragu mempertahankannya, dan untuk kalian yang mengejar tujuan-tujuan dengan menerapkan teror dan membantai pihak yang tak berdosa, sekarang kita katakan pada kalian bahwa semangat kami lebih kuat dan tidak bisa dipatahkan; kalian tidak akan bertahan lebih lama dari kami, dan kami akan mengalahkan kalian.

Karena kita tahu warisan campuran kita adalah kekuatan, bukan kelemahan. Kita adalah bangsa yang terdiri dari umat Kristiani dan Muslim, Yahudi dan Hindu – dan yang tidak beragama. Kita dibentuk oleh setiap bahasa dan budaya, diambil dari setiap ujung bumi ini; dan karena kita telah merasakan pahitnya pengalaman perang saudara dan pemisahan, dan muncul dari bab kelam itu lebih kuat dan bersatu, kita tidak bisa tidak harus percaya bahwa kebencian lama akan suatu hari berlalu; bahwa garis pembatas suku akan segera hilang; bahwa bersamaan dengan mengecilnya dunia, kemanusiaan bersama kita akan menunjukkan dirinya sendiri; dan bahwa Amerika harus memainkan peran dalam mengawal datangnya masa baru yang damai.

Kepada dunia Muslim, kami mencari jalan baru ke depan, berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Kepada para pemimpin dunia yang ingin menyebarkan konflik, atau menyalahkan Barat pada penyakit masyarakatnya – ketahuilah bahwa bangsa kalian akan menilai kalian dari apa yang bisa kalian bangun, bukan apa yang kalian hancurkan. Kepada mereka yang mempertahankan kekuasaan dengan cara korupsi dan penipuan dan membungkam oposisi, ketahuilah bahwa kalian ada di sisi sejarah yang salah; tapi kami akan mengulurkan tangan kami jika kalian mau membuka diri.

Kepada masyarakat negara-negara miskin, kami bersumpah untuk bekerja di sisi kalian untuk menyuburkan lahan pertanian kalian dan membuat air bersih mengalir; untuk memberi gizi pada tubuh yang kelaparan dan memberi pengetahuan pada otak-otak yang ingin tahu. Dan seperti bangsa-bangsa seperti kami yang relatif hidup nyaman, kami berkata bahwa kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli terhadap penderitaan di luar garis perbatasan kita; tidak juga kita bisa menghabiskan sumber daya bumi tanpa memperhatikan efeknya. Karena dunia telah berubah, dan kita harus berubah bersamanya.

Saat kita memikirkan jalan yang terbuka di hadapan kita, kita dengan rendah hati berterima kasih pada orang-orang Amerika yang berani yang, tepat pada jam ini, berpatroli di padang pasir nun jauh di sana dan pegunungan terpencil. Mereka punya sesuatu yang disampaikan kepada kita, sama halnya seperti bisikan para pahlawan yang telah gugur dan berbaring di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka adalah penjaga kebebasan kita, tapi karena mereka adalah pengejewantahan nyata dari semangat melayani; sebuah kemauan untuk menemukan sebuah arti dalam sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri. Dan memang, pada saat ini – sebuah saat yang akan menentukan sebuah generasi – semangat itulah yang harus kita semua miliki.

Karena apapun kewajiban dan apa yang bisa dilakukan pemerintah, dasar bangsa ini sebenarnya terletak pada kepercayaan dan determinasi bangsa Amerika. Adalah kebaikan hati untuk menampung orang yang tidak dikenal ketika tertimpa musibah, kepedulian para pekerja yang rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat teman mereka kehilangan pekerjaan yang membuat kita mampu mengarungi masa-masa kelam. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerjang tangga yang dipenuhi asap, tapi juga kemauan orangtua untuk merawat anak, yang akhirnya menentukan nasib kita.

Tantangan-tantangan kita mungkin baru. Instrumen-instrumen yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tapi nilai-nilai yang melandasi kesuksesan kita – kejujuran dan kerja keras, keberanian dan sportivitas, toleransi dan keingintahuan, kesetiaan dan patriotisme – hal-hal ini adalah hal yang lama. Hal-hal ini adalah benar. Mereka telah menjadi kekuatan tak terlihat yang mendorong kemajuan sepanjang sejarah kita. Apa yang dituntut kemudian adalah kembalinya kita ke kebenaran-kebenaran ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang adalah sebuah masa yang penuh tanggung jawab – sebuah pengakuan, bagi setiap warga negara Amerika, bahwa kita mempunyai tugas kepada diri kita sendiri, bangsa kita, dan dunia, tugas yang tidak kita terima sembari menggerutu tapi justru kita terima dengan senang hati, teguh karena tahu bahwa tidak ada hal yang lebih memuaskan semangat, lebih penting untuk karakter, daripada memberikan usaha kita yang terbaik untuk mengerjakan tugas yang sulit.

Itu adalah harga dan janji kewarganegaraan.

Ini adalah sumber kepercayaan diri kita – pengetahuan yang Tuhan perintahkan pada kita agar dipergunakan untuk menghadapi takdir yang tak pasti.

Itu adalah arti dari kebebasan dan keyakinan kita – mengapa pria dan wanita dan anak-anak dari setiap ras dan setiap kepercayaan bisa bergabung dalam perayaan di sepanjang tempat yang luas ini, dan mengapa seorang pria yang ayahnya pada masa kurang dari 60 tahun yang lalu mungkin tidak akan dilayani di restoran lokal sekarang bisa berdiri di hadapan Anda untuk mengambil sumpah yang paling suci.

Jadi mari kita tandai hari ini dengan mengingat, siapa kita dan seberapa jauh kita telah berkelana. Di tahun kelahiran Amerika, dalam bulan-bulan terdingin, sekelompok kecil patriot berkumpul rapat di depan api unggun yang hampir mati di tepian sebuah sungai yang membeku. Ibu kota telah ditinggalkan. Musuh sedang mendekat. Salju ternoda oleh darah. Pada saat hasil akhir revolusi kita meragukan, bapak bangsa kita memerintahkan kata-kata ini dibacakan kepada rakyat:

“Biarkanlah dunia di masa depan tahu… bahwa di tengah musim dingin, ketika tidak ada hal lain yang bisa selamat kecuali harapan dan kebajikan… bahwa kota ini dan negara ini, bersiaga karena sebuah ancaman bagi bersama, maju untuk mengatasinya.”

Amerika. Di hadapan ancaman bagi kita semua, di tengah kesulitan yang seperti musim dingin ini, mari kita mengingat kata-kata yang tak lekang oleh waktu ini. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi sekali lagi arus beku itu, dan bertahan menghadapi seperti apapun topan yang akan datang. Biarlah para anak-cucu kita berkata ketika kita dicoba kita menolak untuk membiarkan perjalanan ini berakhir, dan kita tidak berpaling kembali tidak pula kita layu, dan dengan mata yang menatap garis langit dan kasih Tuhan pada kita, kita membawa hadiah besar berupa kebebasan dan mengantarkannya dengan aman kepada generasi-generasi mendatang.

Terima kasih. Tuhan memberkati Kalian. Dan Tuhan memberkati Amerika Serikat.



Mungkin karena saya tidak mendengar pidato ini secara langsung, cuma baca teksnya, jadi menurut saya lebih bagus pidato kemenangannya. Tapi itu cuma pendapat saya, dan mungkin karena saya tidak mendengarnya langsung. Begitulah, mudah-mudahan tetap bermanfaat meskipun rada telat postingnya.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Important Notice / Penting

First, this blog may contain unsuitable postings for people under 18 years (or under adult age according to your local law). If you're under age and encounter such postings, kindly leave immediately. Second, the entries here are my personal views and opinions and cannot in anyway be taken as the official views, opinions, or standings of the Department of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia or other parties unless specifically mentioned otherwise. / Pertama, blog ini mungkin memuat materi yang hanya cocok untuk usia 18 tahun ke atas (atau usia dewasa menurut hukum setempat). Jika kamu di bawah umur dan menemukan materi seperti itu, silahkan tinggalkan blog ini. Kedua, semua entri di sini adalah pandangan dan pendapat pribadi saya dan sama sekali tidak bisa dianggap sebagai pandangan, pendapat atau posisi resmi Departemen Luar Negeri Indonesia atau pihak-pihak lain kecuali disebutkan sebaliknya secara spesifik.

Not So Secret Facts

Image Hosted by ImageShack.us

Arya Nasoetion, Indonesian, Bogor-Jakarta-Bandung, 1979, Master of Science in European Studies, part-time detective, sometimes a writer, diplomat in the making, world (not American) football maniac, hate to read text books (but have to), crazy about Sherlock Holmes and Kudo Shinichi, admire Himura Kenshin, want to pilot Voltes V just like Gou Kenichi.

Published Works

Image Hosted by ImageShack.us

Published in December of 2007 by GagasMedia. Buy it online at: Bukabuku.com, Inibuku.com or Cibuku.com


Image Hosted by ImageShack.us

Published in July of 2007 by GagasMedia. Buy it online at: Bukabuku.com, Inibuku.com or Cibuku.com

Contact Information

To contact me, please send your e-mail to arya.nasoetion@yahoo.com

Profiles

To see my Blogger profile, click here.

To view my Friendster profile, click here.

To view my Goodreads profile, click here

To view my Multiply site, click here

To check my profile at Wikikronologger, click here

Reserved Rights

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 License.

JANGAN ASAL COPY - PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Sideblog by Tumblr

Shouting Place


Free shoutbox @ ShoutMix

For your Information

Where is the name "Can You Keep a Secret?" taken from?

This Blog is named after Utada Hikaru's song, not after Sophie Kinsella's Chicklit.

Why is it called "Can You Keep a Secret?"?

Because you are expected to keep whatever you have read here a secret, especially if the entry is related to my personal experience.

I've seen several themes for this blog. For instance, the World Cup 2006 theme, the Ruthless Zionists theme, the Jack The Ripper theme, and the Sherlock Holmes: Hound of the Baskervilles theme. What is the theme now?

The current theme is still Sherlock Holmes. The picture used for the header is taken from "The Sign of Four" novel. The two persons are Sherlock Holmes and his trustee companion, Dr. Watson. The dog is Toby. "I would rather have Toby's help than that of the whole detective force of London," Holmes states in the novel. You can either read it online, download the story from project Gutenberg, or read the summary in wikipedia.

Who is Sherlock Holmes?

Where do you live all this time? A cave? He is a fictional detective created by Sir Arthur Conan Doyle. I can safely say that he is the most famous detective, fictional or not - alive or dead, in the world. For more details, you can visit Sherlockian.net.

Why do you use this theme for your blog?

Obviously, because I am a fan on Sherlock Holmes. Secondly, because this theme is designed especially for me by Nindya. Thanks a lot, :)

What is the best browser to view this blog?

I'm not sure. Please report bugs if you see them.

How about the screen resolution? What resolution do you recommend to view this blog with?

You would probably want to set your monitor at 1024 * 768 or higher resolution.

Are you are going to make daily entries?

Probably not. Please subscribe to my feed so you won't be missing any up-dates.

Are you going to moderate comments?

Although comments are generally welcomed, but I do reserve the rights to publish or not to publish and to delete a comment (including the ones on the shoutbox). And I don't have to explain my actions to you, thank you very much.

You give the choice to leave anonymous comments in the commenting system. Are you really allowing that? Or did you forget to turn that option off?

I would really appreciate it if you put your name on the comments you make. Having that said, I do recognize your rights to make anonymous comments or to put a fake name on your comments. So, if you feel like doing it, please do. However, I won't be as appreciative to it as I am to the comments made under a real name.

Secret Reading

Secret Pictures

Best Friends Since Forever

Aciedo's Wedding

First Appearance in KSB

From Mangiare to the Moustache Man

Gladi Resik Wisuda

Going Europe

Journal Launching + Contemporary Europe Seminar

Once Upon a Time in Bandung

Second Appearance in KSB + to the Fantasy World

Seminar on the EU, 2005

Wisuda

Please, Don't Keep These a Secret!

Boycott Israel

Palestine Blogs - The Gazette

Freedom of Speech on the Internet!

 

 

Others' Secrets

Visited Sites

Recent Posts

Archives

Affiliations

Powered by Blogger

BlogFam Community

rank blog indonesia

Powered by FeedBurner

Visitors

I feel obliged to tell you that your visit is being tracked. Meaning, I have data about your IP address, what system you are using, what city you are currently in, etc. Meaning, I'll know everything you are doing in here

Visible counter by:

Has been tracking since June 12, 2005

Invisible counter by:

 Subscribe Instead