Friday, November 21, 2008
1142: Mengejar Bus Biru

Kamu tahu ada sebuah bus yang sangat menarik untuk dinaiki? Bus berwarna biru dengan gambar bola dunia di kedua sisinya, dengan tulisan Caraka Bhuwana di atas bola dunia itu. Dari dalam bus itu, kamu bisa melihat dunia. Dari dalam bus itu, kamu bisa membuat perdamaian tapi juga bisa menciptakan perang. Menaiki bus itu, kamu bisa bertemu orang dari berbagai bangsa dengan budaya yang berbeda. Begitu istimewanya bus itu, dia hanya bisa dinaiki oleh orang-orang pilihan, orang-orang yang selain punya kemampuan juga punya kemauan untuk naik.

Tahun 1997 menandai awal perjuangan saya untuk menaiki bus tersebut. Tahun itu menjadi awal upaya saya untuk terus menambah kemampuan saya agar saya bisa mengejar bus yang sangat sulit untuk dikejar tersebut. Tahun terus belalu tanpa terasa. Saya terus berupaya menambah kemampuan. Sampai akhirnya tahun 2003 saya berharap kemampuan saya sudah cukup untuk bisa mendapatkan tempat di dalam bus tersebut. Saya tunggu bus itu lewat. Saya dan banyak orang lain. Dan ya, dia melintas di depan kami! Saatnya tiba, saya melompat maju. Apa daya, ternyata ketika saya baru saja hendak berlari, saya tersandung dan jatuh. Dalam pengejaran ini sekali kau terjatuh tamatlah sudah, karena itu artinya bus sudah akan melaju sangat jauh, meninggalkanmu dan orang-orang lain yang juga bernasib serupa. Saya hanya bisa termenung dari jauh, memperhatikan beberapa orang teman pada akhirnya berhasil menaiki bus tersebut.

Tahun 2004 saya memutuskan bahwa kemampuan saya harus dibawa ke jenjang yang lebih tinggi. Kembali saya berlatih. Kembali saya menghadapi pelatihan yang panjang. Tahun 2007 saya tahu saya sudah siap untuk berlari lagi. Tapi saya gagal berlari hanya karena saya tidak memegang sebuah kertas sakti. Kertas itulah yang akan memberimu hak untuk ikut berlari. Tanpa kertas sakti itu, saya bahkan tidak bisa ikut berlari. Saya harus menunggu di pinggir jalan, melihat para pelari yang begitu bersemangat bus biru yang kembali lewat.

Ketika saya menunggu, saya mendengar kabar bahwa bus itu sudah terlalu disesaki penumpang. Sehingga, bus itu tidak akan mencari penumpang baru sampai ada penumpang lama turun. Selama itu pula saya berharap kabar itu tidak benar. Sungguh sial sekali saya kalau sampai kabar itu benar!

Untunglah berita itu tidak benar. Tahun 2008, bus itu lewat lagi. Kali ini kertas sakti sudah di tangan. Saya segera berlari mengejarnya. Ribuan orang berlari bersama saya ketika itu. Tak sedikit yang tersandung ketika baru akan berlari seperti saya dulu. Mereka terjatuh. Tapi tidak saya. Kali ini saya berhasil mempertahankan diri dan membuat start. Tak lama kemudian ada jalan menanjak. Terjaaal sekali. Saya sempat berpikir saya tidak akan berhasil melampauinya. Tapi untunglah ternyata saya mampu, di saat banyak saingan yang kehabisan nafas dan duduk kelelahan terengah-engah.

Saya semakin kencang berlari. Saya dan masih banyak lagi. Jarak kami dengan bus itu semakin dekat, ketika lagi-lagi jalan bergelombang membuat banyak di antara kami kehilangan pijakan. Berjatuhanlah orang-orang di sekitar saya. Kali ini, keseimbangan saya sangat terjaga, sehingga saya tetap bisa berlari dan terus meningkatkan kecepatan bersama orang-orang yang jumlahnya sudah lebih sedikit.

Bus itu kini berada dalam jangkauan tangan. Asap knalpotnya saja sudah terasa panas, kadang terhirup membuat nafas sesak. Akan sangat menyebalkan sekali kalau saya harus pingsan di sini, di saat sudah begitu dekat. Bau keringat kondekturnya pun sudah bisa saya cium! Mungkin itu yang menyebabkan banyak orang-orang di sekitar saya pingsan. Jatuh. Tumbang. Kalau tidak ingat bahwa saya sudah mulai mengejar bus ini dari tahun 1997, mungkin saya pun akan menyerah kalah. Ketika pandangan mulai berkunang-kunang saya segera berusaha menyadarkan diri. Berdoa dalam hati. Teringat dukungan sanak saudara dan sahabat yang sangat mendukung saya untuk naik ke bus ini.

Tiba-tiba saja… hup! Tangan saya berhasil menangkap sebuah pegangan di pintu bus tersebut. Dapat! Dapat! 10 tahun doa dan usaha membuahkan hasil! Masih di pintu, saya lihat sekeliling. Dari berbagai pintu bus itu, masuk pula segelintir orang yang masih bertahan, yang masih ngotot untuk terus mengejar bus ini meski sesungguhnya fisik dan mentalnya sudah sangat lelah.

Saya memang belum berhasil masuk terlalu dalam ke dalam bus itu. Tapi mudah-mudahan tidak akan lama lagi bagi saya untuk bisa menyelusup ke dalam bus yang sudah penuh sesak ini. Mudah-mudahan tidak akan ada guncangan yang akan membuat saya terlempar keluar dari bus. Tak pelak ini memang akhir dari sebuah perjuangan. Tapi tantangan lain sudah menanti saya di dalam bus ini. Sementara ini nikmati dulu keberhasilan ini, lalu konsentrasi menghadapi satu per satu tantangan yang muncul di dalam bus ini.

Labels: ,

5 Comments:
At Friday, November 21, 2008 10:55:00 PM
Blogger o Astrid said...

Oh what a journey...i know how that feels..hohoho...well gw sekarang lagi ngejar bis juga nih...megang pintunya jg belom..wakakakka..

 
At Saturday, November 22, 2008 8:06:00 AM
Blogger AryaNst said...

Semangat Ciedo! I wish you luck..:-) Jadi junior gua lagi lu.. :P

 
At Tuesday, November 25, 2008 3:07:00 PM
Blogger rie said...

Wah mas, gue ketinggalan bus Budpar nih...Tungguin gue tahun depan yak!! hehehe

 
At Friday, November 28, 2008 1:19:00 PM
Blogger AryaNst said...

Nungguin lu masuk Deplu atau mau nyoba Budpar lagi?

 
At Monday, December 01, 2008 4:49:00 PM
Blogger rie said...

Ya Budpar lah...lagian Deplu gak ada jurusan gue. Ato tahun depan mau buka buat antrop? hehehe. Kalo gak lewat Budpar, gue pasti bisa ke luar negeri pake cara gue sendiri. Doain ya...

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Important Notice / Penting

First, this blog may contain unsuitable postings for people under 18 years (or under adult age according to your local law). If you're under age and encounter such postings, kindly leave immediately. Second, the entries here are my personal views and opinions and cannot in anyway be taken as the official views, opinions, or standings of the Department of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia or other parties unless specifically mentioned otherwise. / Pertama, blog ini mungkin memuat materi yang hanya cocok untuk usia 18 tahun ke atas (atau usia dewasa menurut hukum setempat). Jika kamu di bawah umur dan menemukan materi seperti itu, silahkan tinggalkan blog ini. Kedua, semua entri di sini adalah pandangan dan pendapat pribadi saya dan sama sekali tidak bisa dianggap sebagai pandangan, pendapat atau posisi resmi Departemen Luar Negeri Indonesia atau pihak-pihak lain kecuali disebutkan sebaliknya secara spesifik.

Not So Secret Facts

Image Hosted by ImageShack.us

Arya Nasoetion, Indonesian, Bogor-Jakarta-Bandung, 1979, Master of Science in European Studies, part-time detective, sometimes a writer, diplomat in the making, world (not American) football maniac, hate to read text books (but have to), crazy about Sherlock Holmes and Kudo Shinichi, admire Himura Kenshin, want to pilot Voltes V just like Gou Kenichi.

Published Works

Image Hosted by ImageShack.us

Published in December of 2007 by GagasMedia. Buy it online at: Bukabuku.com, Inibuku.com or Cibuku.com


Image Hosted by ImageShack.us

Published in July of 2007 by GagasMedia. Buy it online at: Bukabuku.com, Inibuku.com or Cibuku.com

Contact Information

To contact me, please send your e-mail to arya.nasoetion@yahoo.com

Profiles

To see my Blogger profile, click here.

To view my Friendster profile, click here.

To view my Goodreads profile, click here

To view my Multiply site, click here

To check my profile at Wikikronologger, click here

Reserved Rights

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 License.

JANGAN ASAL COPY - PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

Sideblog by Tumblr

Shouting Place


Free shoutbox @ ShoutMix

For your Information

Where is the name "Can You Keep a Secret?" taken from?

This Blog is named after Utada Hikaru's song, not after Sophie Kinsella's Chicklit.

Why is it called "Can You Keep a Secret?"?

Because you are expected to keep whatever you have read here a secret, especially if the entry is related to my personal experience.

I've seen several themes for this blog. For instance, the World Cup 2006 theme, the Ruthless Zionists theme, the Jack The Ripper theme, and the Sherlock Holmes: Hound of the Baskervilles theme. What is the theme now?

The current theme is still Sherlock Holmes. The picture used for the header is taken from "The Sign of Four" novel. The two persons are Sherlock Holmes and his trustee companion, Dr. Watson. The dog is Toby. "I would rather have Toby's help than that of the whole detective force of London," Holmes states in the novel. You can either read it online, download the story from project Gutenberg, or read the summary in wikipedia.

Who is Sherlock Holmes?

Where do you live all this time? A cave? He is a fictional detective created by Sir Arthur Conan Doyle. I can safely say that he is the most famous detective, fictional or not - alive or dead, in the world. For more details, you can visit Sherlockian.net.

Why do you use this theme for your blog?

Obviously, because I am a fan on Sherlock Holmes. Secondly, because this theme is designed especially for me by Nindya. Thanks a lot, :)

What is the best browser to view this blog?

I'm not sure. Please report bugs if you see them.

How about the screen resolution? What resolution do you recommend to view this blog with?

You would probably want to set your monitor at 1024 * 768 or higher resolution.

Are you are going to make daily entries?

Probably not. Please subscribe to my feed so you won't be missing any up-dates.

Are you going to moderate comments?

Although comments are generally welcomed, but I do reserve the rights to publish or not to publish and to delete a comment (including the ones on the shoutbox). And I don't have to explain my actions to you, thank you very much.

You give the choice to leave anonymous comments in the commenting system. Are you really allowing that? Or did you forget to turn that option off?

I would really appreciate it if you put your name on the comments you make. Having that said, I do recognize your rights to make anonymous comments or to put a fake name on your comments. So, if you feel like doing it, please do. However, I won't be as appreciative to it as I am to the comments made under a real name.

Secret Reading

Secret Pictures

Best Friends Since Forever

Aciedo's Wedding

First Appearance in KSB

From Mangiare to the Moustache Man

Gladi Resik Wisuda

Going Europe

Journal Launching + Contemporary Europe Seminar

Once Upon a Time in Bandung

Second Appearance in KSB + to the Fantasy World

Seminar on the EU, 2005

Wisuda

Please, Don't Keep These a Secret!

Boycott Israel

Palestine Blogs - The Gazette

Freedom of Speech on the Internet!

 

 

Others' Secrets

Visited Sites

Recent Posts

Archives

Affiliations

Powered by Blogger

BlogFam Community

rank blog indonesia

Powered by FeedBurner

Visitors

I feel obliged to tell you that your visit is being tracked. Meaning, I have data about your IP address, what system you are using, what city you are currently in, etc. Meaning, I'll know everything you are doing in here

Visible counter by:

Has been tracking since June 12, 2005

Invisible counter by:

 Subscribe Instead